Sabtu, 02 April 2011

kisah ku

pada suatu hari ada sebuah keluarga yg sudah menjadi 2 bagian dan keluarga tersebut memiliki 2 orang anak perempuan, karena sudah menjadi 2 bagian akhirnya ke 2 anak tersebut dipisahkan yang besar ikut pada ayahnya dan yg kecil ikut pada ibunya.dan yg kecil adalah aku dan yg besar adalah kakaku tapi,aku masih sering kontak2an walau harus lewat hp,setiap liburan datang pasti aku main kerumah papahku yg ada di pasir koja.setiap kali aku main ke rumah papahku,papahku selalu memanjakan aku dari pada kakaku karena aku jarang sekali ketemu sama papahku sedangkan kakaku setiap hari bertemu dengan papahku,begitu pula dengan ibuku lebik memanjakan kakaku karena juga jarang bertemu.segala yg aku inginkan pasti dikabulkan oleh papahku,sampe2 klo papahku mau pergi kemana2 pasti bilang sama aku dan mengajak aku sampe dijemput kerumah ibuku.tapi dibalik cerita perpecahan ini masih ada peristiwa yg membuat aku sedih,kecewa,dan tidak akan pernah melupakan kejadian itu adalah saat papahku pergi untuk selama-lamanya.pada saat bulan ramadhan ayahku penyakitnya kambuh malah lebih parah dari sebelumnya,beliau menderita diabetes apalagi pada saat itu penyakitnya sudah komplikasi dengan penyakit yg lain,sampa2 ayahku tidak bisa berbicara,membuka mata,bangun,berjalan,sampai membuang air besar dan kecilpun tidak bisa,hal itu yg menyebabkan badan papahku menjadi membengkak tangan,kaki,perut,semuanya membengkak.kakaku terus penelpon ku agar aku segera menemui papah ku karena beliau terus memanggil namaku,dan menanyakan aku tapi aku tidak mempedulikan itu karena biasanya 1 sampai 2 hari jga sembuh tapi kali ini tidak,sehari sebelum lebaran kakaku kembali menelpon aku sambil menangis dan berkata "de..,ksini atuh masa kamu g kasian sama papih nanyain kamu terus,kalo keadaan papih g kya ginimah aku jga gakan nelponin kamu terus"lalu aku menjawab"ya,nanti malem aku ksana".akhirnya aku pergi kerumah papahku  pada malam harinya dan aku kaget ternya di rumah papahku sudah banyak orang dsana ada tante,om,dan sodara2ku yg lain,lalu aku masuk kedalam kamar papahku.baru saja aku membuka sedikit pintu kamar ayahku airmataku tidak terbendung lagi aku terus mengeluarkan air mata sambil ku peluk dan kucium ayahku yg hanya bisa tertidur di atas ranjang.ayah ku memaksakan dirinya untuk membuka mata,dan saat beliau melihat aku ayahkupun menangis kaena melihat aku menangis.sambil menangis aku berkata"papih...papih..."akhirnya .....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar